Kamis, 11 Juni 2009

Balita Telan PENITI!!!!

Selasa, 2 Juni 2009 - 14:48 wib

PANGKAL PINANG - Orangtua yang memiliki anak balita memang tidak boleh lengah sedikit pun. Karena sedikit saja balita tidak terawasi, bahaya siap mengancam nyawa si buah hati.

Di Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, seorang balita berumur tujuh bulan menelan peniti sehingga benda pengait itu tersangkut di tenggorokan.

Insiden itu terjadi akibat kedua orangtuanya tengah asyik mengobrol. Keduanya baru sadar anak pertamanya itu mengalami sesuatu yang tak wajar ketika batuk dan mengeluarkan darah.

Diduga peniti yang dikaitkan di baju bagian dada sebelah kiri Andini itu terlepas dan kemudian ditelan bocah malang itu.

Bayi bernama Andini itu kemudian dilarikan ke puskesmas setempat yang kemudian merujuknya ke RSUD Pangkal Pinang. Melalui hasil rontgen diketahui ada peniti di tenggorokan Andini.

Karena kekurangan alat, pihak rumah sakit merujuk Andini ke RSCM Jakarta.

Kelengahan yang berujung malapetaka pun terjadi pada Feri Valentino (2) asal Pamekasan Madura. Feri mengalami luka bakar di sekujur tubuh akibat terkena tumpahan minyak goreng panas. Peristiwa itu terjadi saat ibunya tengah menjemur pakaian.
Rabu, 3 Juni 2009 - 05:44 wib

JAKARTA - Andini, bayi malang yang menelan peniti telah berhasil dioperasi oleh tim dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Operasi pengangkatan peniti yang tersangkut di rongga tenggorokan bayi berusia tujuh bulan itu memakan waktu sekira 60 menit.

"Operasinya kemarin, pukul 22.30 WIB sampai 12.00 malam," ujar Ibu Andini, Udrasari, saat ditemui okezone di RSCM, Jakarta, Selasa 2 Juni.
Seperti diberitakan insiden itu terjadi ketika Udrasari tengah asik mengobrol dengan tetangga dan meninggalkan bayinya sendirian. Tak lama, Andini muntah-muntah. Udrasari pun panik namun belum menyadari kalau bayinya menelan peniti yang disangkutkan di pundak bayinya.

Takut terjadi hal yang lebih mengerikan, Udrasari beserta suami membawa bayinya ke Puskesmas Tangkal Dalam. Tak mampu mengatasi kejadian yang didera bayinya, pihak puskesmas merujuk Udrasari ke Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) Depati Hamzah.

"Tapi di RSUD merasa nggak sanggup karena alatnya nggak lengkap dan merujuk kita ke RSCM di Jakarta. Kata dokter di RSUD, RSCM peralatannya lebih lengkap," imbuhnya.
Sumber: Okezone.com

Posted by eGuru Uroborus
Message: "Bejaaat...."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar